Kehidupan perkuliahan tidak hanya belajar saja, tetapi harus juga diimbangi dengan kegiatan sosialisasi. Aku pun sebenarnya males banget kalau disuruh organisasi, karena aku berpikir bahwa ikut organisasi itu ribet, mending di rumah santai-santai aja.

Namun pandangan tentang hal tersebut mulai berubah. Ceceku cerita ke aku, kamu kalau bisa di kampus jangan jadi kupu-kupu… kuliah pulang kuliah pulang. Sekarang perusahaan mencari seseorang yang tidak hanya pandai dalam akedemik tetapi juga dalam bidang berorganisasi. Setelah itu aku memikirkan berulang-ulang.

Akhirnya, takdir datang (alay banget). Di papan pengumuman ada pendaftaran untuk menjadi anggota HIMAFOR. Aku pun tertarik karena terngiang-ngiang kata-kata ceceku. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut seleksi dan akhirnya akupun diterima. Disatu sisi aku kaget sekali kenapa aku diterima padahal banyak sekali orang lain yang pandai dalam berorganisasi tetapi tidak diterima. Emang sudah rejeki mungkin.

Rapat pertama HIMAFOR membahas tentang seminar OMADATA. Nah, untuk seminar ini, dipilih orang-orang HIMA untuk menjadi panitianya. Akupun ditawari untuk menjadi seketaris. Pertama aku mengatakan bahwa aku tidak bisa Karena tidak tahu tugas dan apa yang harus dilakukan jika menjadi seketaris. Namun, karena cece sama koko HIMA baik banget, mereka membujuk aku untuk mencoba dulu dan mereka berjanji untuk membantu aku dalam membuat laporan. Lalu, akupun mengiyakan tawaran tersebut.

Akupun berusaha semampuku untuk membuat laporan, akhirnya laporan tersebut jadi juga. Tetapi aku sama sekali tidak tahu bahwa laporan tersebut harus mencari tanda tangan. Ah, aku kira dengan membuat laporan, semua selesai, namun ternyata tidak. Aku harus mencari tangan dari berbagai pihak untuk meminjam peralatan dan ruang untuk seminar. Tidak hanya itu, aku juga harus mencari tanda tangan untuk proposal.

Menurutku mencari tanda tangan itu tidak mudah. Harus menunggu orang yang dicari ada. Ada pengalaman dimana, aku menunggu seseorang, pada saat datang pertama kali, orang tersebut tidak ada, katanya datangnya jam 12. Ya udah, karena masih lama, aku pergi makan dulu dengan teman-temanku. Kemudian aku datang jam setengah 1, ternyata! Orang tersebut sudah datang, namun apesnya pergi lagi. Hahahaha, aku merasa miris banget, aku harus nunggu lagi sampai jam 2.

Walaupun menurutku tugas sebagai sekretaris itu sangat susah dan merepotkan tetapi aku tetap senang. Dari situ, aku mempelajari banyak hal, berkomunikasi dengan banyak orang, dan dapat mengenal banyak orang. Walaupun terlihat repot, namun kerepotan tersebut terbayar dengan pengalaman yang aku dapat. Makasih iSTTS!!! Akhirnya aku mendapatkan banyak pengalaman berharga.