Papa sama mamaku tidak pernah setuju jika aku naik taksi sendirian, karena badanku yang ceking dan wajahku kurang sangar, jadi pasti gampang ditindas sama orang jahat. Namun ada sebuah kejadian dimana aku harus naik taksi. SENDIRIAN.

Kejadian tersebut bermula ketika aku pergi jalan-jalan dengan teman SMAku di CW. Aku jalan-jalan dengan mereka hingga malam. Namun ketika aku menelepon orang tuaku, ternyata mereka sedang ada di adi jasa dan masih berbincang-bincang. Otomatis aku dapat keadaan tercepit, dimana aku tidak boleh naik taksi dan menunggu papa mamaku selesai dari adi jasa. Jika aku menunggu orang tuaku, bisa-bisa CW udah kosong dan gelap.

Akhirnya aku menawar ke orang tuaku. Aku meminta ijin untuk mengijinkan aku untuk naik taksi pulang ke rumah. Aku menjelaskan kalau aku menunggu papa sama mama, bisa-bisa CW sudah gelap dan aku juga takut kalau harus menunggu sendirian di tempat gelap. Setelah berbincang-bincang sedikit, akhirnya orang tua ku mengijinkan. Tetapi dengan syarat, aku harus mengirim sms ke mereka nomor lambung taksi tersebut dan nama sopirnya.

Aku sendiri juga takut kalau ada apa-apa, tetapi aku harus berani. Aku pun mencari taksi, dan taksi yang tersedia di CW adalah blue bird. Lumayanlah. Akupun masuk ke dalam taksi. Aku memberikan alamat rumahku dan si sopirpun membalas ramah. Seperti pesan orang tua, aku mengirim sms nomor lambung taksi dan nama sopirnya.

Lalu tak lama kemudian, sang sopir tersebut memulai pembicaraan. Dia bercerita bahwa dia telah menunggu di CW selama 2 jam dan dia tidak bisa pulang karena targetnya belum terpenuhi. Dia bercerita bahwa walaupun dia masih belum terpenuhi ordernya, tetapi ia tetap bersyukur karena ternyata banyak sekali sopir-sopir yang lain, pendapatannya di bawah pendapatannya.

Diapun memulai bercerita, walaupun bapak tersebut pendapatnnya pas-pas an tetapi ia tetap senang dan bersyukur karena hingga saat ini, dia dapat menghidupi keluarganya. Ia selalu mengatakan, kita manusia apapun keadaannya kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan, karena kalau kita mau bersyukur, masalah seberat apapun pasti akan ada jalan keluarnya. Jika selalu mengeluh dan mengeluh, malah pikiran kita menjadi penuh dan membuat beban menjadi tambah berat.

Iapun juga bercerita dengan bangga tentang anaknya. Walaupun pengahasilannya pas-pasan tetapi ia dapat menyekolahkan 2 orang anaknya. Dan kedua anaknya pun adalah anak yang taat orang tua dan memilki prestasi yang bagus. Ia juga berkata, ‘Saya akan berusaha keras agar anak saya dapat sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar anak-anak saya bisa menjadi orang yang lebih baik dari saya.’ Mendengar kata-kata tersebut, saya jadi tersentuh. Begitu besar kasih dan pengorbanan orang tua untuk anaknya agar anaknya mendapatkan yang terbaik.

Selama perjalanan, kami berbincang-bincang dan tak terasa akupun sudah sampai di depan rumahku. Aku begitu senang sekali dan merasa beruntung karena saya bertemu bapak sopir tersebut. Terkadang aku berpikir bahwa  Tuhan itu adil. Walaupun ekonomi keluarga tersebut pas-pas an tetapi bapak tersebut dikaruniai anak yang berbakti dan pandai.