Di masa SMA, aku selalu iri banget melihat temanku bisa naik sepeda motor. Rasanya keren aja bisa naik sepeda motor. Akupun akhirnya dalam hati memutuskan untuk belajar sepeda motor, agar tidak ketinggalan jaman.

Pada awalnya pasti aku minta di ajari oleh papaku. Ga mungkin juga aku latian sendiri, kalo masuk ke got gimana… pasti papaku sedih… sedih bukan karena aku masuk ke got tapi sedih gara-gara sepeda motornya jadi tak berbentuk (hahaha… bercanda lah, mana ada sih orang tua yang lebih mentingin sepeda motor dari pada anaknya).

Mendengar aku ingin belajar naik sepeda motor, papaku tersenyum lebar. Bukan bahagia dan bangga akhirnya anaknya mau berlajar sepeda motor tetapi senyum plus ketawa karena postur tubuhku. Yah, taulah, antara aku sama sepeda motor masih besaran sepeda motornya.

Papaku tanya, “Memang kamu kuat nahan sepeda motornya?”. Akupun ragu dalam hati, aku juga tidak yakin aku bisa nahan sepeda motor yang beratnya kaya gajah bunting itu. Namun karena semangat perjuangan 45, akhirnya aku memutuskan akan tetap belajar mengendarai sepeda motor.

Pertama, papaku menyuruh untu mengeluarkan sepeda motor dari rumah. Ampun, berat banget, butuh perjuangan tumpah darah untuk mendorong maupun memundurkan sepeda motor tersebut. Papaku hanya bisa tersenyum dan membantuku mengeluarkan sepeda motor super berat itu (sebenarnya sih ga berat Cuma karena aku kekurusan jadinya berat banget).

Karena baru belajar pertama kali, tidak mungkin langsung dilepas sama papaku. Pertama aku dibonceng oleh papaku dan papaku menunjukkan bagaimana mengendarai sepeda motor dengan baik dan benar. Setelah berputar-putar area komplek, sekarang giliranku untuk mengendarai sepeda motor tersebut.

Akupun berhati-hati, karena kalau sample mbablas, nyawakupun ikut mbablas… karena pertama mencoba pasti nge-gasnya pasti pelan-pelan. Papaku pun memegangi sepeda motor bagian belakang. Karena gagal terus, pada sebuah kesempatan, satpam di komplek rumahku bilang, “Udah pak, lepas aja nanti juga bisa-bisa sendiri.”

Tanpa sepengetahuanku, papaku melepaskan pegangan dari sepeda motor dan akhirnya aku berhasil! Sekarang, aku bisa mengendari sepeda motor dengan baik dan benar. Walaupun masih belum diijinkan untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, tapi aku tetap senang, akhirnya aku bisa naik sepeda motor. Yey!