Beberapa tahun yang lalu, adikku menangis merengek-rengek karena ia menginginkan sebuah akuarium. Tentu saja, pada awalnya, orang tuaku menolak, namun setelah dipikir-pikir kembali, tidak ada salahnya jika keluarga kami memelihara ikan di akuarium.

Akhirnya tak lama kemudian, kami pun pergi mengunjungi toko dan membeli peralatan yang diperlukan seperti akuarium, filternya, makanan ikan, hiasan, dan tak lupa ikannya juga. Tentu saja dengan kehadiran ikan-ikan tersebut, suasana rumah menjadi berbeda, terkadang jika kami sedang bosan, kami melihat-lihat akuarium yang berisi ikan hias.

Tak cukup satu jenis ikan, kami pun membeli jenis-jenis ikan yang lain. Namun ternyata, kami melakukan sebuah kesalahan. Kesalahan tersebut adalah, kami membeli ikan yang lebih besar dari ikan yang ada di akurium, sehingga ikan-ikan besar itu mulai menggigit-gigit ikan yang kecil-kecil. Pada awalnya kami kira, ikan tersebut hanya kelaparan, namun walaupun telah diberi makan, mereka tetap menganggu ikan-ikan kecil tersebut. Hingga akhirnya….

‘Ce! Ke sin ice! Liat ini!’

‘Apa sih? Males ah, capek jalan ke sana!’

‘Ce! Ke sini bentaaarrr aja… ‘

‘Aduh… berisik ah… ribut aja kerjaannya…’ aku pun mengomel sambil berjalan dan ingin melihat apa yang membuat adikku ribut sendiri… ternyata, aku begitu tercengang setelah melihat apa yang ditunjukkan oleh adikku…

Aku melihat beberapa ekor ikan sisiknya terkelupas dan kelihatan dagingnya karena digigit oleh ikan-ikan besar tersebut. Tidak hanya itu, yang membuatku tercengang adalah, ada sekitar dua atau tiga ekor ikan kehilangan matanya, baik satu mata maupun kedua-duanya. Melihat itu, tentu saja aku sendiri merasa ketakutan dan ngeri. Aku pun tidak dapat melakukan apa-apa, karena akuarium kami hanya ada satu…

Beberapa hari kemudian, aku mendekati akuarium dan memberi makan ikan-ikan tersebut. Baik ikan-ikan yang masih normal maupun yang sudah buta terburu-buru mengampil makanan yang aku berikan… aku salut sekali dengan ikan yang buta tersebut, ia tidak menyerah dan terus berenang mencari makanan. Walaupun ia tertabrak kaca akuarium berkali-kali, ia tetap berenang dan bertahan hidup… ternyata ikan yang kecil tersebut walaupun bukan makhluk yang sempurna dan memiliki akal budi seperti kita manusia, dapat memberikan kita manusia, yang merupakan ciptaan Tuhan yang tertinggi, sebuah pelajaran… sungguh, guru ikan yang baik…

Kisah di atas adalah kisah nyata. Dari cerita tersebut kita dapat belajar bahwa, ikan saja yang buta dan terluka tetap tidak pantang menyerah kepada keadaan dan terus berjuang untuk hidupnya. Kita manusia, dapat belajar dari ikan tersebut, apakah kita kalah dengan ikan-ikan kecil tersebut? Kita yang manusia, jangan mensia-siakan hidup kita dan harus tetap berjuang. Jangan sampai perjuangan kita terlambat, karena jika kita terlambat, hanya akan ada penyesalan yang tertinggal.